Rabu, 22 Oktober 2014

PRINSIP DAN MEKANISME KERJA ORGANISASI

PRINSIP DAN MEKANISME KERJA ORGANISASI
            Setelah selesai berdiskusi tentang Filsafat Organisasi, masih pada tanggal 14 Oktober 2014 di Pelataran Baruga, kami langsung melanjutkan ke diskusi kedua, yaitu diskusi yang di fasilitatori oleh Kak Eki. Diskusi ini merupakan lanjutan diskusi sebelumnya yang masih berbicara tentang organisasi, yaitu tentang “Prinsip dan Mekanisme Kerja Organisasi”. Berikut resume dari diskusi tersebut:
            Prinsip merupakan alas, dasar, atau landasan. Sedangkan di Wikipedia, Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Jadi disini, prinsip sangat penting dalam menjalankan kehidupan sehari-hari karena prinsip itu lah yang menjadi dasar atau landasan kita dalam bertindak, tanpa prinsip pekerjaan yang kita lakukan bisa salah arah karena tidak adanya pedoman sebagai penunjuk arah.
Mekanisme adalah serangkaian cara kerja. Sedangkan dari Wikipedia, mekanisme berasal dari kata dalam bahasa Yunani mechane yang memiliki arti instrumen, mesin pengangkat beban, perangkat, peralatan untu membuat sesuatu dan dari kata mechos yang memiliki arti sarana dan cara menjalankan sesuatu. Wikipedia juga mengatakan bahwa mekanisme dapat diartikan dalam banyak pengertian yang dapat dijelaskan menjadi 4 pengertian. Pertama, mekanisme adalah pandangan bahwa interaksi bagian-bagian dengan bagian-bagian lainnya dalam suatu keseluruhan atau sistem secara tanpa disengaja menghasilkan kegiatan atau fungsi-fungsi sesuai dengan tujuan.  Kedua, mekanisme adalah teori bahwa semua gejala dapat dijelaskan dengan prinsip-prinsip yang dapat digunakan untuk menjelaskan mesin-mesin tanpa bantuan inteligensi sebagai suatu sebab atau prinsip kerja. Ketiga, mekanisme adalah teori bahwa semua gejala alam bersifat fisik dan dapat dijelaskan dalam kaitan dengan perubahan material atau materi yang bergerak. Keempat, mekanisme adalah upaya memberikan penjelasan mekanis yakni dengan gerak setempat dari bagian yang secara intrinsik tidak dapat berubah bagi struktur internal benda alam dan bagi seluruh alam.
Organisasi adalah alat untuk berproses dan memiliki tujuan atau visi misi yang sama. Menurut Wikipedia, Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan), sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Prinsip Kerja Organisasi
Prinsip organisasi merupakan landasan yang dijadikan pedoman oleh suatu organisasi dalam melakukan segala aktivitas dan kegiatan organisasi agar tujuan organisasi tersebut dapat tercapai.
Menurut Max Weber, ada beberapa prinsip kerja dalam organisasi, antara lain:
1.            Semua kegiatan dalam organisasi harus berorientasi pada tujuan, ya, karena jika ada suatu kegiatan yang tidak berorientasi pada tujuan, maka kegiatan tersebut akan menjadi sia-sia dan terkesan membuang-buang waktu karena sejak awal yang ingin dicita-citakan adalah bagaimana agar organisasi bisa mencapai tujuannya.
2.            Setiap keputusan berdasarkan organisasi, yang berarti dalam membuat keputusan, seluruh anggota organisasi tersebut tahu dan menyetujui berssama keputusan tersebut.
3.            Pelaku organisasi bertanggung jawab terhadap aturan, setiap organisasi pasti memiliki aturan-aturan yang mengikat dan membatasi pergerakan para anggotanya, disertai hak, kewajiban, serta sanksi bagi anggotanya. Jadi, setiap anggota harus tau apa perannya, apa hak dan kewajibannya, harus menaati aturan, jika ia melanggar atau melewati batas, maka ia sendiri harus bertanggung jawab terhadap perbuatannya itu.
4.            Pembagian kerja harus sesuai dengan skill masing-masing anggota, jadi, seorang ketua atau pemimpin organisasi diharapkan dapat mengetahui skill dari masing-masing anggotanya, karena jika pekerjaaan dibagi kepada anggota sesuai skillnya maka ini akan sangat membantu dan sangat memperlancar jalannya kegiatan organisasi, tetapi sebaliknya jika tidak sesuai skill yang dimiliki anggota, maka akan sangat menghambat jalannya organisasi.
Ada 3 prinsip yang paling mendasar dalam sebuah organisasi, yaitu:
  1. Tujuan > tujuan ini akan menjadi pendorong dan spirit bagi para anggota organisasi, karena tujuan merupakan sesuatu yang ingin dicapai.
  2. Kesepakatan bersama > sebuah organisasi berdiri berdasarkan kesepakatan bersama, maka apapun masalah, atau hal yang ingin dibicarakan harus dibicarakan dan di diskusikan bersama agar tercapai suatu kesepakatan bersama, untuk menghindari konflik intern organisasi.
  3. Kultur > kultur disni berarti kebiasaan, budaya, atau adatm, dll. Sebuah organisasi pasti memiliki kulturnya masing, yang dibentuk oleh para anggotanya.
Mekanisme Kerja Organisasi
Mekanisme berarti beberapa metodologi yang disusun secara sistematis. Jadi, mekanisme kerja organisasi adalah serangkaian metodologi atau perangkat dalam organisasi untuk mencapai tujuan. Kemudian, salah satu mekanisme kerja dalam organisasi ini adalah bagaimana menyusun manajemen kerja yang baik agar tujuan organisasi bisa tercapai. Menurut George R. Terry, ada 4 poin manajemen kerja yang baik yaitu:
1.      Planning (Perencanaan): Perencanaan merupakan susunan langkah-langkah secara sistematik dan teratur untuk mencapai tujuan organisasi atau memecahkan masalah tertentu.
2.      Organizing (Pengorganisasian): Pengorganisasian diartikan sebagai kegiatan pembagian tugas-tugas pada orang yang terlibat dalam aktivitas organisasi, sesuai dengan kompetensi SDM yang dimiliki.
3.      Actuating (Penggerak): Actuating (penggerakan) meliputi kepemimpinan dan koordinasi. Kepemimpinan yakni gaya memimpin dari sang pemimpin dalam mengoptimalkan seluruh potensi dan sumber daya organisasi agar mengarah pada pencapaian tujuan program dan organisasi.

4.      Controlling (Pengawasan): Controlling bukanlah hanya sekedar mengendalikan pelaksanaan program dan aktivitas organisasi, namun juga mengawasi sehingga bila perlu dapat mengadakan koreksi. Inti dari controlling adalah proses memastikan pelaksanaan agar sesuai dengan rencana.

KEHIMAHIAN

KEHIMAHIAN
Sebenarnya awalnya Hubungan Internasional atau HI  ini merupakan program studi dari ilmu politik, tetapi kemudian dispesifikasikan menjadi program studi sendiri ilmu hubungan internasinal, karena cakupannya yang luas, tidak hanya belajar tentang politik, tetapi juga ekonomi, hukum, dan lain-lain. Awalnya, tahun 1982 program studi Hubungan Internasional  terbentuk dengan anggota kurang lebih 20 orang. Kemudian, tahun 1983 terbentuklah IMAHI (Ikatan Mahasiswa Hubungan Internasional). Nah, ketua pertama dari IMAHI ini adalah Alm. Sabri Dahlan, beliau meninggal di tahun 2012. Beliau merupakan angkatan pertama di program studi Imu Hubungan Internasional FISIP Universitas Hasanuddin. Kemudian seiring berjalannya waktu dan seiring dengan adanya proses, IMAHI pun berganti nama menjadi HIMAHI (Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional) sejak tanggal 12 september 1985 dan momentum inilah yang dianggap sebagai monumen berdirinya HIMAHI dengan dirumuskannya Anggaran Dasar Organisasi ini di Jalan Arif Rate No.10 Makassar. Pada tahun 1985 ini anggota HIMAHI itu juga sudah banyak. Nah, sebenarnya organisasi ini terbentuk karena adanya kebutuhan.
Setahun setelah itu pada tanggal 6 Juni 1986 dikukuhkanlah Darwis sebagai Ketua HIMAHI yang kedua, melalui suatu acara resmi di Gedung Pertemuan Ilmiah UNHAS. Pengukuhan dan pelantikan yang dilakukan oleh Pembantu Dekan III FISIP UNHAS Drs. Anwar Arifin berarti dikukuhkannya HIMAHI secara Konstitusional dan dengan status hukum yang kuat. Perkembangan yang dicapai oleh anggota HIMAHI selanjutnya tak dapat dilepaskan dari momentum ini.
Tujuan didirikannya HIMAHI ini ialah sebagai wadah untuk setiap mahasiswa hubungan Internasional dalam mengembangkan minat dan bakatnya, dan sebagaimana mahasiswa pada umumnya yang membutuhkan ruang untuk berkumpul. HIMAHI muncul sebagai respon terhadap fenomena sosial dan kebutuhan yang didasari kesamaan.
Yang membuat suatu organisasi sendiri itu kuat adalah "Tujuan". Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional sendiri berdiri karena adanya tujuan yang melandasi adapun tujuan didirikannya HIMAHI yakni membentuk insan intelektual, mandiri, berpikir global, berjiwa patriotisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Lembaga mahasiswa ideal adalah lembaga mahasiswa yang mampu mencapai tujuannya dan ketika tujuan tercapai akan dimunculkanlah spirit-spirit baru yang membuat organisasi terus berjalan, spirit yang dimaksud ini adalah regenerasi yang di buat melalui kaderisasi. HIMAHI sendiri mengklasifikasi tujuannya melalui tiga jalan, yakni : Kaderisasi, Advokasi dan Kajian Strategis serta pewadahan minat dan bakat. Hal-hal inilah yang menjadi instrumen dalam pergerakan HIMAHI. Kaderisasi sendiri memiliki tujuan yaitu untuk menyamakan paradigma dan injeksi nilai-nilai, selain itu kaderisasi juga bertujuan untuk membentuk sikap-sikap dan perilaku yang baik. Kemudian, advokasi bergelut di bidang realita sosial dan pewadahan minat dan bakat disini terwadahi dalam berbagai macam UKH (unit kegiatan himpunan), seperti musik, bahasa asing, pecinta alam, grup vocal, dan masih banyak lagi. Lembaga mahasiswa yang ideal yaitu lembaga yang memberikan dampak positif bagi anggota-anggotanya, melakukan pengembangan sumber daya manusia, anggotnya ikhlas dalam menjalankan organisasi tersebut, dan adanya pengkader serta proses pengkaderan yang baik.
Semakin lama, organisasi yang tebentuk akan semakin mengkomplekskan dirinya. Begitupun dengan HIMAHI. Karena didalam berjalannya HIMAHI, terdapat perubahan-perubahan yang dilakukan dan beberapa tindakan yang diambil guna memperbarui dan memperbaiki himpunan agar kelangsungan keberdayaan mahasiswanya terus terjaga.
Dalam usianya yang ke-28, tentunya HIMAHI telah mengalami dinamisasi menuju perubahan konstruktif dan merevitalisasi peran dan fungsinya sebagai lembaga yang mewadahi seluruh aktivitas dan kreativitas mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UNHAS, dengan basis ilmiah dan profesionalisme.Kemajemukan merupakan salah satu warna tersendiri dari HIMAHI, bahkan kemajemukan tersebut menjadi kekuatan HIMAHI yang memang berasaskan kekeluargaan. Kepentingan pribadi dan kelompok senantiasa tereduksi apabila harus berhadapan dengan kepentingan bersama.






Struktur Organisasi HIMAHI

Struktur Organisasi HIMAHI
            Setelah berdiskusi tentang “KE-HIMAHI-AN”, kami pun melanjutkan ke diskusi berikutnya yang difasilitatori oleh kak Evan. Diskusi kali ini merupakan lanjutan dari diskusi sebelumnya karena ini masih sangat berhubungan dengan HIMAHI itu sendiri. Nah diskusi oleh kak Evan ini berjudul “Struktur Organisasi HIMAHI”. Sebenarnya struktur organisasi himahi tidak jauh berbeda dengan organisasi-organisasi lainnya.
Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) Unhas merupakan wadah anak Hubungan Internasional di Unhas. Himahi  memiliki susunan keorganisasian yang terbagi dari pengurus inti yakni Ketua, Sekretaris dan Bendahara yang awalnya memiliki wakil ketua namun, setelah diadakannya musyawarah besar dihapuskanlah wakil ketua dan hanya dikepalai oleh seorang ketua yang jabatannya setara dengan DPO (Dewan Pengawas Organisasi). DPO di himahi berjumlah 7 orang dan selalu ganjil. Mengapa ganjil? Agar ketika ada pengambilan keputusan, suara yang masuk tidak berimbang, pasti ada yang berlebih satu. Adapun Sekretaris berfungsi sebagai tangan kanan ketua dan bendahara bertugas mengatur segala macam pendaan organisasi.
Di dalam sebuah organisasi, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga merupakan landasan konstitusional, begitu pun di himahi, AD/ART ini merupakan landasan, pedoman serta  batas-batas dalam melakukan pergerakan. Anggaran dasar disini berfungsi untuk menggabarkan kondisi lembaga serta hal-hal yang bersifat filosofis seperti logo, nama, tujuan, struktur lembaga, dll. Sedangkan, ART mengatur tentang masalah-masalah yang berlaku di bidang teknis seperti Musyawarah Besar (Mubes), Rapat Kerja (raker), lokakarya, evaluasi triwulan, Musyawarah Istimewa  (MuIs), dan rapat warga. Mubes merupakan forum tertinggi dalam sebuah organisasi. Mubes adalah musyawarah yang dilakukan sekali setiap tahun atau setiap periode. Di dalam forum mubes dilakukan evaluasi atas kepengurusan sebelumnya, revisi AD/ART, rekomendasi mubes atau hal-hal yang disarankan untuk kepengurusan selanjutnya, serta pemilihan formatur tunggal yang nantinya akan menjadi Ketua Himpunan (KAHIMA). ketua himpunan ini selanjutnya memiliki kewenangan untuk mengevaluasi departemen, dan memilih siapa-siapa yang akan menjadi anggota serta coordinator dari masing-masing departemen. Raker adalah rapat yang dilakukan untuk membahas program-program kerja dalam sebuah kepengurusan. Lokakarya adalah sebuah pertemuan yang dilakukan untuk mendisksusikan sesuatu dan menetapkannya, di himahi misalnya ada lokakarya kamus kelembagaan. Evaluasi triwulan sebenarnya sama seperti mubes, hanya saja evaluasi triwulan ini dilakukan setiap 3 bulan sekali. Kemudian MuIs atau musyawarah istimewa, merupakan musyawarah yang dapat dilakukan kapan saja ketika ada hal-hal yang bersifat urgent.
GBHKO (Garis Besar Haluan Kerja Organisasi) merupakan landasan operasional dalam organisasi. Landasan operasional disini termasuk dalamnya yaitu pembagian tugas dan metode divisi serta bagaimana seharusnya  Tiap-tiap divisi memiliki TUPOKSI (tugas pokok dan fungsi) dan tiap divisi ini bertanggung jawab terhadap perkembangan tiap-tiap warga Hubungan Internasional Fisip Unhas.ara himpunan bekerja.

HIMAHI membagi anggota-anggotanya menjadi beberapa divisi. Adapun divisi-divisinya antara lain:
  1. Divisi Perkaderan : Sebagai divisi yang meng-Injeksi nilai-nilai ke HIMAHI-an kepada para Mahasiswa Hubungan Internasional. Kader adalah orang atau individu yang telah melewati proses penginjeksian nilai-nilai yang sesuai dengan tujuan lembaga dan berkontribusi terhadap lembaga tersebut. Dalam divisi perkaderan, terdapat dua bagian yaitu perkaderan dan keorganisasian. Fungsi perkaderan adalah merancang metodologi perekrutan sedangkan keorganisasian memiliki fungsi:
o   menginisiasi dan mengadakan perangkat kerja organisasi
    • membangun dan mengawal aspek keorganisasian.
aspek keorganisasian divisi perkaderan adalah melihat perkembangan setiap kader. Jadi, anggota perkaderan disebar ke tiap-tiap divisi lain untuk melihat perkembangan anggota-anggota dari divisi lain itu.

  1. Divisi Advokasi dan Kajian Strategis : Sebagai divisi yang membuka ruang dan mengawal transformasi nilai terhadap setiap warga HIMAHI.
  2. Divisi Humas dan Infokom : Sebagai informan dan pembawa kabar bagi setiap warga Himpunan.
  3. Divisi Kesekretariatan: sebagai divisi yang mengatur dan merancang secretariat atau himpunan.
  4. Divisi Dana dan usaha kreatif: sebagai divisi yang mengumpulkan dana untuk kegiatan-kegiatan dalam organisasi dengan cara usaha-usaha kreatif seperti menjual atribut-atribut HI, makanan, dan sebgainya.

Selasa, 14 Oktober 2014

GREENPEACE



Eksploitasi lingkungan di daerah barat indonesia
Sumatera
P&G atau procter and gamble  adalah suatu perusahaan asing yang berasal dari ohio,USA yang mewadahi eksploitasi lingkungan hutan secara besar-besaran yang ada si sumatra,pernah kita memikirkan produk seperti pantene,oral-b, ariel dan lain-lain itu adalah hasil penggunaan CPO adalah hasil jadi dari penggunaan CPO atau minyak sawit mentah yang menjadi bahan baku pembuatan produk-produk tersebut yang katanya dapat menghitamkan dan mencerahkan rambut(khususnya pada produk shampoo).tapi pernah kita berpikir  bahwa secara tidak langsung dengan memakai produk tersebut kita telah memeberikan sumbangsi dan support kegiatan pengeksploitasian di lingkungan sumatera untuk menjadi hutan sawit tanpa memerhatikan kehidupan hewan-hewan lindung seperti oranh unutan sumatera dan harimau sumatera dengan mengeksploitasi  hutan-hutan disana seperti penebangan secara liar tanpa adanya replanting,sehingga dimana lagi mererka tinggal para hewan-hewan yang menjadi icon daearah itu.Pada video pertama sangat tergambar jelas bagaimana keadaan hewan-hewan mati mengenaskan karena tidak adanya pohon-pohon besar tempat menggantungkan kehidupannya dan akhirnya kelaparan,diburuh dan dibunuh mengingat orang utan adalah hewanliindung yang harganya terbilang tinggi begitupun dengan harimau sumatera yang mati mengenaskan,kurus kerempeng karena tidak ada lagi  tempat untuk mencari mangsanya di hutan yang menjadi tempat tinggal dan sinklus makan memakan karen atelah rata dengan tanah dan di jadikan hutan kelapa sawit yang dimana kayu blog yang dibawa oleh truk besar merupakan bukti eksploitasi hutan,dimana tim ekspedisi mencari hingga keakar-akarnya.jika kita berpikir secara rasional sesungguhnya P &G dan produk unggulan yang katanya bisa menghilangkan dan memutihkian dan lain-lain membuat kita butuh dengan adanya produk padahal kalau kita flashback orang –orang terdahulu meski tidak menggunakan produk tersebut mereka tetap bisa menjaga misalnya perwatan pada rambutnya kemudian dibuatlah advertisenya menggunakan orang-orang  prorporsional seperti orang-0rang barat yang dengan pirangnya china atu jepang dengankulit putihnya,terus sekarang pertanyaanya bagaimana denganorang-orang papua yang kita tahu kulitnya hitam,apa mereka harus menggunakan bahan pemutih diseluruh tubuhnya agar bisa tampak seperti orang china “IMPPOSIBBLE” mereka memang terlahir dengan ras negroid yang cirinya memenag seperti itu ,kesimpulannya bahwa sebagai generasi pernerus marilah kita ikut ambil dalam menyelesaikan masalah-masalah lingkungan yang kita mulai dari dirir kita sendiri dan lingkungan kita sendiri.
Masalah kesenjangan social yaitu kemiskinan
Menururt badan yang terkait bahwa pada umumnya sekitar 70 % masyarakat indoneswia miskin itu berda didaeah pesisir.kemiskinan yang melanda negara indonesia suatu hal yang impossible karena indonesia adalah negara kaya yang subur dan bahkan orang-orang barat mengatkan bahwa indonesia  is paradise akan tetepi jalan hidup tiapa orang itu berbeda ada kaya dan ada yang miskin ,dan seharusnya da saling memperhatikan ada yang mengatakan bahwa kemiskinan itu terjadi karena dimiskinkan artinya masyarakatnya sendiri yang mengaku kurang mampu,dan seterusnya kesenjangan sosiala ini sebenarnya dapat dikurangi dengan memberikan lapangan pekerjaan akan teteapi karena kurangnya pendidikan,serta kemampua atau skill yang kurang memadai akhirnya menjadi penghambat .
Selasa,14 Oktober 2014

Minggu, 12 Oktober 2014

REFORMASI 1998 dan PERISTIWA TRISAKTI serta MENOLAK TERGUSUR



MENOLAK TERGUSUR

            “kekerasan ialah ketika kita tinggal diam melihat rumah kita digusur”itulah kira-kira gambaran pemikiran rakyat pandang raya Makassar.

Kasus Pandang Raya bermula ketika pada tahun 1998 seorang pemodal a.n. Goman Wisan tiba-tiba menggugat warga dan mengklaim kepemilikan atas tanah seluas 4000 m2 yang dihuni 46 KK. Proses hukum yang timpang dan tidak berimbang menyebabkan warga diharuskan menerima vonis hukum yang prosesnya tak pernah mereka ketahui. Eksekusipun berulangkali dilakukan oleh pihak pengadilan. Eksekusi ke-1 pada 12 november 2009, eksekusi ke-2 pada 30 November 2009 dan eksekusi ke-3 pada 23 Februari 2010. Setiap eksekusi yang dilakukan selalu mengalami kegagalan karena proses putusan pengadilan yang cacat.
Ada beberapa poin tentang mengapa tanah warga Pandang Raya tak dapat dieksekusi:
  1. Lokasi yang diklaim oleh pihak penggugat (Persil No. S2 a. SII Kohir No. 2160. C 1. Lokasi Jalan Hertasning Kelurahan Panaikang Kecamatan Panakukang) berbeda dengan Lokasi yang di huni oleh warga yang menjadi tergugat/objek eksekusi (No. Persil S2S1 Kohir 1241C1 Kelurahan Pandang Kecamatan Panakukang). Dan diperkuat oleh surat keterangan Kantor kelurahan Pandang yang ditandatangani oleh lurah terkait (Dakhyal S.Sos) tertanggal 5 Agustus 2009 dengan menyatakan bahwa lokasi yang dimaksudkan berdasarkan Persil dan kohir penggugat (Goman Wisan) berada diantara Jln. Adiyaksa dan Jln. Mirah Seruni (Panakukang Square).
  2. Pernyataan dalam surat Keterangan oleh camat Panakukang tertanggal 16 Desember 2009  yang ditandatangani oleh camat terkait (A. Bukti Djufri, SP, M.Si) dengan menyatakan bahwa Lokasi pihak penggugat (Goman Wisan) tidak ada dalam buku F di kantor kecamatan Panakukang dan persil Kohir warga berbeda dengan apa yang menjadi objek eksekusi pihak penggugat.
  3. Klaim Pihak penggugat (Goman Wisan) yang telah melakukan pembelian dan pengukuran tanah bersama pemilik (A.n. H. Abd. Asis Bunta) ditahun 1994 adalah palsu. Karena pemilik tersebut telah wafat ditahun 1993 yang dibuktikan dengan surat kematian A.n. H. Abd. Asis Bunta dari kelurahan Nunukan Barat yang merupakan kediaman pemilik tanah.
  4. Surat pernyataan kepala BPN A.n. H.M. Natsir Hamzah, MM. tertanggal 28 Desember 2009 yang membenarkan dan menguatkan surat keterangan dari kelurahan Pandang.
  5. Surat rekomendasi KOMNAS HAM No.727/K/PMT/III 2010 tertanggal 30 Maret 2010 yang meminta Mahkamah Agung RI untuk menindaklanjuti laporan dari LBH Makassar sebagai kuasa hukum AMARAH atas indikasi kesalahan dalam penentuan objek eksekusi.
  6. Fatwa Mahkamah Agung No. 262/PAN:/145/C/10/FK.PERD tertanggal 20 April 2010 yang meminta PN Makassar selaku eksekutor tanah warga Pandang Raya untuk memperjelas lokasi/objek eksekusi yang dianggap salah alamat oleh penasehat hukum tergugat. Namun rekomendasi tersebut belum dilaksanakan oleh PN Makassar hingga keluarnya surat eksekusi yang ke-4 pada tanggal 12 September 2014.
Berdasarkan fakta tersebut maka warga Pandang Raya bersama kelompok mmenyatakan sikap “menolak penggusuran tanah warga Pandang Raya”. Melawan penggusuran bukan hanya soal berebut tanah apalagi tawar menawar harga, tapi ini tentang bagaimana hak-hak warga miskin kota dipertahankan dan keadilan ditegakkan. Tergusurnya tanah mereka akan menjadi bukti bagaimana aparatus negara dari kepolisian, kejaksaan, Pengadilan, dan birokrasi pemerintahan yang lain ternyata tak berdaya menghadapi belenggu modal. Maka mari bersama bersolidaritas untuk melawan penggusuruan tanah warga Pandang Raya.

Sejak 2009, diawalinya sebuah perang terbuka menghadang perampasan tanah, di Pandang raya, teror modal, masih menghantui di sepanjang perjalanan perjuangan warga pandang raya hingga saat ini.
Tidak hanya menggunakan alat represi negara, kekuatan modal pun menggunakan preman sebagai alat meneror dan merampas langsung tanah milik warga.
Sejak sebulan kemarin, preman telah beberapa kali datang meneror warga. Setelah rumah seorang warga di pandang raya dikuasai oleh preman sebagai akibat dari melemahnya merosotnya perjuangan politik warga pandang raya yang membuat seorang warga tersebut memilih menyerahkan rumahnya untuk di kuasai oleh preman bayaran.
Sejak awal preman itu menempati rumah salah seorang warga tersebut, warga belum memutuskan mengambil langkah mengusir preman tersebut. Ketergantungan terhadap pemerintah setempat membuat warga belum dapat mengambil keputusan sendiri. Tetapi setelah dibangun konsolidasi rutin, warga akhirnya mengambil keputusan menduduki rumah tersebut dan mengalihkannya menjadi posko perjuangan.
Setelah pendudukan beberapa minggu, preman bayaran yang sebelumnya mendiami rumah tersebut juga berhasil diusir warga bersama beberapa orang partisipan perjuangan pandang raya. Beberapa kali preman mencoba untuk masuk kembali dengan berbagai alasan, bahkan pernah sekali salah serang preman datang membawa istri dengan anaknya, namun upaya preman tersebut kembali digagalkan oleh warga.
Kedatangan berikutnya, preman datang dalam jumlah belasan orang. Kedatangan preman membuat gelisah warga. Konsolidasi informal berlangsung, Warga yang mulai gerah dengan intimidasi kemudian melakukan perlawanan. Mereka berusaha mengusir preman hingga akhirnya terjadi aksi saling serang antara warga bersama partisipan perjuangan pandang raya melawan preman. Penyisiran preman di lokasi warga pun pun di lakukan, serangan demi serangan di bangun, preman tidak berkutik dan lari kocar kacir.
Setelah serangan terhadap preman dibangun warga, polisi yang tiba-tiba datang dengan kendaraan patroli mendekat kerumanan warga yang telah mengusir preman. Intimidasi psikologis pun di lakukan polisi, namun intimidasi  ini dibalas warga dengan serangan batu ke arah mobil patroli polisi. Aparat makin represif dengan  menyerang tembakan dan melakukan penangkapan terhadap warga. Di lengkapi dengan senjata api, beberapa intel polisi yang berada di sekitar lokasi menembakkan senjatanya ke udara, bahkan sempat mengeker tubuh warga.
Hasil pengejaran polisi membuat 23 orang warga dan partisipan ditangkap, mereka juga mengalami kekerasan fisik akibat Hantaman palu, senjata, dan sejumlah pukulan dan tendangan yang terus menghujam tubuh warga dan partisipan.
Kemarahan pun berlipat setelah serangan preman dan polisi di pandang raya, terlebih setelah penangkapan dan penganiyayaan polisi terhadap pejuang yang tertangkap.
Keputusan memblokade ruas jalan diputuskan, sebagai upaya menghadang ancaman polisi dan preman yang mencoba kembali masuk melakukan penyerangan terhadap warga, sekaligus sebagai bagian dari tekanan politik warga untuk membebaskan 23 orang pejuang yang ditangkap.
Saat petang menjelang, sekitar puluhan intel polisi yang tersebar di beberapa lorong di pandang raya sempat mengejar dan menyerang tembakan, tetapi serangan tersebut berhasil digagalkan oleh kejaran yang di lakukan warga. hujaman batu dan serangan balik di bangun warga untuk mengusir intel tersebut. Dendam dan kebencian yang dipupuk pejuang pandang raya  melawan ancaman kekerasan beserta penggusuran memberi energi kepada bambu, balok, dan batu yang memenuhi sepanjang jalan yang di blokade warga.
Hingga malam tiba ratusan warga yang tumpah ruah di jalan, menanti perang yang kembali mekar. Sekitar pukul 7 malam, lampu di areal pandang raya tiba-tiba saja padam. Kondisi tersebut memaksa warga menyisir kembali kampungnya demi memastikan tidak ada musuh yang menyusup dan menyerang warga secara diam-diam.
..
Sementara itu, di Polrestabes dimana 23 orang yang ditangkap kembali mendapatkan teror dan serangan fisik dari preman.  Sebagaian mengalami luka akibat pukulan dan hantaman benda tajam di bagian wajah dan kepala. Preman leluasa masuk dan mengintimidasi langsung 23 pejuang di ruangan penyidikan polrestabes memperkuat indikasi dengan kesaksian warga, menunjukan bahwa polisi dan preman sangat dekat. Bahkan ada seorang warga yang ditangkap mengakui melihat polisi diberikan uang oleh seorang kepala preman yang memimpin penyerangan di pandang raya. Beberapa kawan yang ingin menemui warga dan kawan yang ditangkap juga dihalangi-halangi masuk.
Pendampingan hukum bagi 23 orang ditangkap kemudian diupayakan melalui koordinasi dengan LBH. Dari hasil komunikasi dan negosiasi pengacara LBH bersama pihak Polrestabes, dan didapatkan informasi bahwa warga dan kawan orang yang ditangkap dapat segera dibebaskan pada malam tersebut. Pada pukul 22.00 Wita, Setelah menjalani proses pemeriksaan ke 23 orang tersebut dinyatakan bebas, namun pada saat mereka ingin meninggalkan polrestabes, puluhan preman yang berjaga di gerbang menghalang-halangi serta terus melakukan intimidasi bahkan mengancam ingin menikam jika mereka keluar.

REFORMASI 1998 dan PERISTIWA TRISAKTI

Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organisasi aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
Pemerintahan Soeharto akhirnya jatuh Mei 1998 sehingga Indonesia memasuki tonggak sejarah baru, yaitu orde reformasi.Jatuhnya rezim Soeharto diawali krisis moneter sejak Juli 1997. Mata uang rupiah dan negara-negara Asia Tenggara terpukul. Krisis moneter tersebut membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi sangat suram.
Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) yang ke-6 akhirnya kandas, padahal Soeharto mencanangkan tahapan “tinggal landas”, dari negara agraris menuju negara industri kandas pada tahun 1994-1999. Peristiwa yang mempercepat jatuhnya pemerintahan Orde Baru dan muculnya reformasi adalah presiden Soeharto menghadiri KTT G-15 di Kairo padahal kondisi dalam negeri sedang krisis.
Pada saat itu semangat perjuangan mahasiswa setelah banyaknya korban dikalangan mahasiswa yang telah terenggut nyawanya dan juga pidato soerang ayah dan ibu yang kehilangan anaknya dalam tragedy tersebut mendorong para mahsiswa untuk terus memperjuangkan hak-hak rakyat dan tindakan kesewenangan yang dilakukan oleh resim soeharto sehingga setelah pidato tersebut disitul pulalah klimaks kemarahan mahasiswa bahkan mahasiswi pun ikut turut dalam orasi dan demonstasi tersebut meski ada kecaman dari instrument Negara agar para kaum hawa tidak mengikuti orasi dan demonstrasi ke jalan karena tidak mendapat tanggapan akhirnya aparat menggubris para mahasiswi dengan cara paksa bahkan dengan menggunakan kekerasasn diseret,ditendang dan di angkut menggunakan mobil patrol,sungguh MIRIS memang peristiwa pada saat itu .
Empat mahasiswa Trisakti pada tanggal 13 Mei 1998 menjadi korban aparat, kemudian dianugerahi sebagai Pahlawan Reformasi. Mahasiswa yang gugur dalam peristiwa Trisakti pada tahun 1998 tersebut adalah Elang Mulia Lesmana, Hery Hartanto, Hadifin Royan, Hendriawan Sie. Gerakan reformasi yang dimoroti unjuk rasa mahasiswa berhasil memaksa Presiden Soeharto yang tercatat sebagai presiden terlama selama lebih 30 tahun akhirnya turun dari jabatannya. Soeharto terpilih untuk ketujuh kalinya pada Sidang Umum MPR maka ia menjadi presiden tersingkat di dunia yaitu 3 bulan dari Maret hingga Mei 1998.
1. Adili Soeharto dan kroninya
2. Amandemen UUD 1945
3. Penghapusan dwifungsi ABRI yaitu sebagai hankan dan social abri masuk desa(AMD)
4. Otonomi daerah yang seluas-luasnya
5. Supremasi hukum
6. Pemerintahan yang beabs dari KKN (koeupsi, kolusi, nepotisme)
Gerakan reformasi pun menuntut pembaharuan lima paket UU politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan, antara lain UU NO.1 Tahun 1985 tentang pemilihan umum.
Sebelum Presiden Soeharto menyatakan berhenti pada 21 Mei, beliau mempidatokan kemundurannya melalui media dan di tonton oleh rpuluhan bahkan ribuan mahasiswa dan ketika beliau mengatakan mengundurkan diri pada saat itu pula para mahasiswa sontak bersorak kegirangan Dan berlari ke ruang lapangan dan melantungksn lsgu sebagai symbol kemenangan dan kebebasan rakyat atas kesewenangan soeharto dan dengan Tampilnya B.J. Habibie sebagai presiden RI menggantikan Soeharto adalah konstitusional, dasar hukumnya adalah UUD 1945 pasal 8. Meskipun Pemilu tahun 1999 merupakan pemilu pertama masa reformasi yang diikuti oleh 48 partai politik. Pemerintahan B.J. Habibie berupaya memenuhi tuntutan reformasi dengan membentuk kabinet yang dikenal dengan nama Kabinet Reformasi Pembangunan. Provinsi Timor Timur lepas dari NKRI melalui referendum 30 Agustus 1999. Akhirnya, laporan pertangungjawaban Presdien B.J. Habibie ditolak karena masalah Timor Timur tersebut.
Minggu,12 Oktober 2014

IDENTITAS MAHASISWA



IDENTITAS MAHASISWA
Pertanyaan yang mungkin terlintas dibenak ketika mendengar identitas dan mahasiswa ialah Apakah itu Identitas dan Mahasiswa ? Identitas itu dapat berupa pengenal,jati diri ,citra dan lain-lain kemudian mahasiswa itu adalah jika dilihat dari sudut katanya dibagi atau dipenggal  menjadi dua kata yakni maha dan siswa dimana maha ialah tinggi sedangkan siswa ialah orang yang belajar jadi mahasiswa ialah orang yang belajar untuk memulikan dirinya sendiri.nah yagn perlu kita garis bawahi disini ialah kita saat ini telah menjadi mahsiswa dan bukan lagi siswa jadi karakter yang sering melekat pada diri mahasiswa itu ialah kritis,bertanggungjawab,manusiawi,arif,religious,anarkis,integritas,tangguh,inovatif,dan kemandirian.akan tetapi pada sebagian masyarakat berargumen bahwa bahwasanya mahasiswa itu identik dengan yang namanya tindak anarkis.dan sudah menjadi keharusan bahwa mahasiswa itu seharusnya berfikir kritis dalam menaggapai segala sesuatu perlu adanya observasi dan pengkajian lebih mendalam lagi mengenai gejala-gejala yang ada di tengah-tengah masyarakat.akan tetapi dalam menyikapi hal-hal tersebut terkadang mahasiswa kehilangan social control sehingga  segala tindakannya itu berujung pada tindak anarkis yang bukan hanya akan berimpact pada fasilitas-fasilitas tertentu akantetapi juga berdampak pada masyarakat itu sendiri sehingga hal inilah yang menyebabkan persepsi “anarkis” dikalangan mahasiswa.sebagai mahasiswa sebaiknya sedinimungkin mengetahui potensi yang dimiliki yaitu dapat dikategorikan menjadi 3 yakni hardskill,softskill dan idealisme berikut urainnya :
1)      Hardskill
Hardskill ialah penguasaan ilmu pengetahuan,tekhnologi,pengetahuan serta tekhnis yang sesuai dengan ilmunya,maksudnya ialah kemampuan atau bakat yang melekat dan dibutuhkan dalam bidang tertentu kemudian diasah misalnya insinyur mekanik yang membutuhkan keterampilan bekerja dengan permesinan,guru dengan ilmu-ilmu yang sesuai dengan bidangnya untuk mengajar dan lain-lain.
2)      Softskill
softskill adalah keterampilan seseorang dalam berhunbungan dengan orang lainnya(interpersonal skill) dan keterampilan dalam mengatur dirinya sendiri ( intrapersonal skill) misalnya dalam hal public speaking,integritas,leadership,kemauan belajar dan lain-lain
3)      Idealism
Idealism adalah suatu paham yang menyatkan bahwa segala hal itu adalah awalnya berupa ide ,independent dan lain-lain yang dijelaskan secara realis dengan melihat fenomena-fenomena .
Selanjutnya ialah mengenai hal-hal apa saja yang menjadi masalah dikalangan mahasiswa diantaranyaada apatis,pragmatis,individualis dan hedomis berikut penjelasannya :
1.      Apatis
Apatis adalah suatu sikap acuh tak acuh,masa bodoh,tidak peduli mengenai sesuatu hal Karena  hanya mementingkan dirinya sendiri
2.      Pragmatis
Pragmatis adalah membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secra praktis maksudnya ialah bahwa terdapat GOAL yang harus ia capai dengan menghalalkan segalk cara tanpa memperhatikan etika-etika untuk mendapatkan dan mewujudkan goalnya tersebut
3.      Individualis
Individualis adalah orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri atau lebih tepatnya ialah egois yang mana hanya memntingkan egonya saja
4.      Hedomis
Hedomis adalah baqgaimana untuk mendapatkan kebahagiaan yang sebanyak-banyaknya dan sedapat mungkin menghilangkan perasaan yang menyakitkan
5.      Pendapat yang groundless
Hal ini juga termasuk salah satu masalah yang ada pada diri mahasiswa dimana mahasiswa dengan beraninya mengeluarkan pendapat tanpa ada persiapan atau ground yang memadai sehingga pendapatnya itu groundless sehingga pemecahnnya atau jalan keluarnya ialah membaca perbanyak membaca dan kuasai dahulu materi sebelum berpendapat
Kemudian yang terakhir ialah peran mahasiswa diantarnya ada agent of change, social control,moral force,iron stock dan direct of change berikut penjelasannya :
1.      Agent of change ialah bahwa mahasiswa itu sebagai pelopor perubahan
2.      Direct of change ialah mahasiswa pelopr perubahan secara langsung dikarenakan sumber daya manusianya yang banyak
3.      Iron stock ialah mahasiswa itu adalah sumber daya manusia yang tidak akan pernah habis dan akan menjadi changer to be better future
4.      Moral force adalah kumpulan mahasiswa yang memiliki  etika yang baik
5.      Social control adalah mahasiswa adalah controller kehidupan social contohnya mengontrol kehidupan social yang ada dimasyarakat   

Minggu,12 Oktober 2014

Kisah pilu: 2 Januari 1942, saat adzan terakhir berkumandang di Bumi Andalusia, Spanyol

Kisah pilu:  2 Januari 1942, saat adzan terakhir berkumandang di Bumi Andalusia, Spanyol T e pat sholat isya pada malam 2 September 1942 ...